Berhati Nyaman, sebuah semboyan yang melekat pada kotaku
tercinta Yogyakarta atau biasa disebut Jogja. Sebagai seorang anak yang lahir
dan besar di Jogja aku sudah cukup banyak melewati berbagai momen di Jogja.
Berbagai macam cerita telah banyak mengisi hidupku terkait dengan kota Jogjaku
ini. Dapat dibilang bahwa kota Jogja merupakan salah satu kota yang sangat aku
cintai, sebuah kota yang sangat nyaman untuk ditinggali dan masih kental akan
budaya di kehidupan sehari-harinya.
Banyak cerita aku alami di kota Jogja. Cerita bahagia mengenai indahnya saat-saat bersama keluarga
dan beragam rasa unik yang dialami ketika menjalani pendidikan mulai dari SD
hingga akhirnya SMA (untuk TK saya lupa bagaimana rasanya hehe). Tidak hanya
manisnya pengalaman di kota ini yang aku rasakan tetapi juga rasa pahitnya aku
rasakan, saat kota ini diderita bencana gempa dahulu selain itu di kota ini
pula aku merasakan sedihnya ditinggalkan oleh salah seorang teman. Manis pahit
beragam rasa tapi itulah bagian dari hidupku, hidupku di kota Jogja.
Pada dasarnya segala hal di dunia ini akan memiliki kecenderungan untuk berubah. Lalu
bagaimanakah dengan kota Jogjaku? Apakah Jogja tidak berubah dan begitu-begitu
saja? Aku rasa Jogja juga mengalami banyak perubahan hanya saja saat aku lahir
hingga aku SMA aku tidak begitu merasakannya karena aku selalu hidup
berdampingan dengan perubahan tersebut, perubahan yang ternyata sangat nyata.
Terkadang kita memang melupakan hal yang begitu dekat dengan kita, unik ya.:)
16 Juli 2010
Sebuah peristiwa yang menjadi awal dan kelak akan banyak
mengubah cara pandang seorang Wiku Larutama terhadap kota Jogja, pengunguman
SNMPTN dan tertera tulisan Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi
Bandung. Peristiwa inilah yang menjadi awal bagiku untuk melakukan perantauan
yang tidak terlalu jauh sebenarnya tapi merupakan yang pertama bagiku,
menyongsong Bandung sang kota kembang. Beberapa bulan awal masih banyak lah
rasa kangen ke kota Jogja maklum anak baru dan sejuurnya aku belum pernah sama
sekali menginjakan kaki di Bandung sejak aku TK. Kata orang tuaku sih dulu
pernah ke Bandung waktu bayi tapi ya mana aku ingat bagaimana rasanya. Jogja
bagiku memang sebuah kota begitu nyaman dan sulit untuk dilupakan tapi perlahan
aku mulai menemukan suatu hal bahwa "Aku mulai jatuh cinta, pada Bandung."
Rasa cinta yang mulai tumbuh dan menguat terhadap Bandung
membuatku mulai mau untuk memperluas pandanganku tentang Jogja bahwa Jogja
tidak selalu indah dan Jogja juga mengalami banyak perubahan. Dalam beberapa
kesempatan saat aku pulang ke Jogja perubahan cara pandang itu cukup terbukti,
perubahan-perubahan yang dulu tidak dapat aku lihat kini mulai dapat aku lihat
saat aku berjalan (dengan sesekali naik angkutan umum pastinya :D) berkeliling
Jogja. Mulai banyak bangunan-bangunan tinggi berupa hotel dan mall dibangun dan
mulai terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan kota Jogja. Wah ternyata Jogja
memang banyak mengalami perubahan. Dengan adanya perubahan-perubahan itu mulai
muncul rasa khawatir di dalam pikiranku, akankah perubahan ini akan
menghilangkan kenyamanan kota ini? Kota ini mulai terlihat menyerupai Bandung
dan Jakarta dengan berbagai macam permasalahannya, diawali dengan banyaknya
mall dan hotel serta mulai terjadinya mecet di lokasi yang sebelumnya jarang
terjadi macet. Rasa cintaku terhadap Jogja masih dalam dan aku masih percaya
bahwa kota ini tidak akan kehilangan jati diri, percaya bahwa kota ini akan
tetap menjadi kota Jogja yang aku kenal.
Jadi, masih nyamankah Jogjaku? Aku tidak tahu tetapi aku
pecaya bahwa Jogja akan tetap menjadi Jogja yang aku kenal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar