Beberapa hari yang lalu lebih tepatnya pada tanggal 24-26 Januari 2014 aku bersyukur dapat mengunjungi kembali pulau Bali untuk ke sekian kalinya yang terakhir aku kunjungi sekitar 7 tahun yang lalu. Namun terdapat hal yang berbeda dalam kunjungan kali ini. Mungkin dalam beberapa kesempatan kunjungan sebelumnya yang aku cari hanyalah sarana bermain saja suatu hal yang dapat dimaklumi mengingat pada waktu itu aku masih duduk di bangku SMP.
Aku rasa aku sudah cukup bosan dan merasa sayang untuk hanya sekedar menikmati wahana-wahan bermain jika berkunjung ke pulau dewata. Aku ingin sesuatu yang lebih... Lalu, apakah sebenarnya tujuan utama yang aku cari di Bali? Tujuan pertama adalah budaya dan yang kedua adalam alamnya.
Menuju tujuan pertama : Budaya
Di beberapa daerah elemen budaya telah menjadi sesuatu yang sangat melekat ke dalam kehidupan masyarakatnya. Salah satu contoh yang dapat aku ambil adalah tanah kelahiranku tercinta Yogyakarta. Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali filosofi-filosofi (bukan hanya sekedar ritual) Jawa tentang kehidupan diterapkan. Hal itu benar-benar menarik rasa penasaranku untuk mengetahui seperti apakah budaya yang ada di Bali yang sangat terkenal di mata dunia sebagai tempat wisata yang luar biasa indah.
Jika dilihat sekilas Bali merupakan sebuah pulau yang kental akan nilai-nilai budaya. Mengapa seperti itu? Salah satu yang paling mencolok adalah adanya pura hampir di semua daerah di Bali selain itu banyaknya orang yang berpakaian adat dan sesaji yang tersebar di beberapa tempat menjadi hal pembeda yang dimiliki oleh Bali.
Secara lebih detil lagi terdapat beberapa budaya yang tertanam secara mengagumkan di Bali. Contoh simpelnya adalah di Bali tidak diperbolehkan untuk mendirikan gedung yang sangat tinggi dikarenakan adat yang melarangnya. Selain itu tidak jarang terdapat patung yang terdapat di tengah-tengah jalan yang meskipun terkadang menyebabkan macet tetap bersikukuh dipertahankan posisinya.
Satu lagi hal yang cukup menarik perhatianku adalah konsep hidup yang ada di Bali bahwa manusia itu hidup sinergis dengan alam. Pulau Bali dapat dibilang masih cukup lestari kondisi alamnya meskipun sudah sangat terkenal sebagai kota wisata dan akan memunculkan tekanan dari para investor untuk berlomba-lomba membangun fasilitas-fasilitas bangunan beton yang menggantikan hutan-hutan Bali. Salah satu contohnya adalah masih dipertahankannya hutan bakau yang berada di sekitar jalan tol Bali.
Berlanjut ke tujuan kedua : Alam
Sebagai pulau kecil yang dapat dikelilingi dalam 1 hari saja Bali memiliki keindahan alam yang sangat lengkap. Mulai dari kawasan pesisir hingga kawasan pegunungan memancarkan keindahannya masing-masing. Dalam perjalanan kali ini aku sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk mengunjungi salah satu pantai yang ada di Bali yaitu pantai Pandawa. Pantai yang menurutku merupakan salah satu pantai terindah yang pernah aku lihat langsung (bisa dibilang jauh lebih indah dari pantai Kuta). Kombinasi yang sangat indah diperlihatkan antara laut yang sangat biru, pantai pasir putih yang bersih, tebing yang sangat megah, dan disertai dengan suara deburan ombak yang menghantam tebing di beberapa sisi. Selain itu masih terdapat beberapa hutan yang masih sangat rimbun yang terus menemani perjalanan berangakat ataupun pulang. Keindahan itu dilengkapi dengan adanya 2 buah gunung berapi yang berdiri kokoh yaitu gunung Agung dengan keagungannya serta gunung Batur dengan keindahan alam sekitarnya. Benar-benar sebuah alam yang sangat indah di tengah-tengah ramainya aktivitas turis domestik ataupun mancanegara dari berbagai penjuru belahan dunia.
Perjalanan di Bali ini benar-benar memperlihatkan kepadaku bahwa alam dan budaya merupakan 2 buah elemen yang saling terkait satu sama lain. Sebuah hubungan yang sangat harmonis yang terus menjaga keseimbangan alamnya. Sebuah wujud nyata bahwa jika masyarakat menjaga budaya yang ada di daerah tersebut budaya akan menjaga alam tempat budaya itu berada karena sesungguhnya budaya tidak hanya berbicara tentang ritual tetapi budaya juga berbicara hal-hal yang lebih esensial yaitu filosofi bagaimana seharusnya manusia itu hidup bersama alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar