Minggu, 10 Juni 2012

Kebun Binatang : Melihat Masalah dari Dekat

Kebun binatang, sebuah kata yang tidak asing bagi kita tentunya. Sebuah tempat yang tentu saja dapat menarik perhatian orang yg mendengarnya dan aku termasuk salah satu orang tersebut.:)

Kebun binatang dapat berfungsi sebagai tempat konservasi. Tapi termasuk dalam konservasi apakah kebun binatang itu? Konservasi insitu atau konservasi eksitu? Apa itu konservasi eksitu apa itu konservasi insitu? Konservasi eksitu adalah konservasi yang dilaksanakan di luar dari habitat aslinya sedangkan sebaliknya konservasi insitu adalah konservasi yang dilaksanakan di habitat asalnya. Sekarang jelas kan kalau kebun binatang itu termasuk ke kategori konservasi eksitu karena di dalamnya terdapat hewan dan tumbuhan yang berasal bukan dari daerah tersebut.

Belum puas rasanya ketika kita berbicara mengenai kebun binatang jika kita belum berkunjung dan melihat secara langsung seperti apa kondisi di dalam kebun binatang yang sebenarnya. Mungkin di sini aku akan sedikit bercerita tentang sebuah perjalanan kecil di kebun binatang Bandung pada tanggal 2 Juni 2012.

Perjalanan diawali dengan kumpul dahulu di kampus ITB pada pukul 09.00. Sebenarnya rencana awal dari perjalanan adalah pukul 08.00 sudah berangkat dari kampus ITB, tapi karena ada satu dan lain hal terpaksa berangkatnya diundur menjadi sekitar pukul 09.00. Ok no problemo, kami 4 orang mahasiswa berangkat sekitar pukul 09.00. Sebelum menuju ke kebun binatang kami menuju sebuah taman segitiga yang berada di belakang ITB. Mungkin sedikit bercerita mengenai sejarah. Taman segitiga yang berada di belakang ITB tersebut dahulu termasuk dalam kawasan Jubileum Park dan taukah anda bahwa kebun binatang Bandung yang akan kami datangi juga termasuk dalam kawasan Jubileum Park. Bisa dibayangkan seluas apa Jubileum Park itu, mulai dari taman segitiga belakang ITB, babakan siliwangi, hingga kawasan kebun binatang. Oke, mungkin untuk sejarah Jubileum Park cukup sekian dan kita melanjutkannya ke objek utama yang dituju yaitu kebun binatang Bandung. Sebelum masuk kami diwajibkan untuk membeli tiket terlebih dahulu. Tiket masuk kebun binatang Bandung ini seharga 15000 rupiah, cukup mahal untuk kantong anak kosan yang kadang masih kesulitan makan. Rada lebay sih.:D

Lupakan masalah harga tiket, kami kemudian mulai masuk ke kebun binatang untuk melihat-lihat dan objek pertama kami adalah kandang rusa. Ketika sedang melihat-lihat kandang rusa perhatian kami teralihkan oleh sesosok rusa mini yang terduduk dan tidak berjalan seperti halnya rusa-rusa lain. Setelah dilihat lebih lanjut ternyata itu rusa yang baru dilahirkan yang masih belum bisa berjalan dengan benar dan masih terus dijaga dan ditunggu induknya. Sebuah kejutan tentu saja dapat melihat fenomena ini secara langsung karena sebelumnya hal tersebut hanya dapat dilihat dibalik layar kaca program-program di televisi. Setelah cukup lama berhenti melihat bayi rusa yang lucu tersebut kami melanjutkan perjalanan. Belum begitu jauh berjalan kami kembali berhenti untuk melihat suatu hal yang tidak biasa. Kambing. Loh, apa istimewanya sih kambing? Kambing tersebut menjadi hal yang menarik karena kambing tersebut berada di kandang kuda sumbawa. Entah bagaimana cara kambing tersebut bisa masuk ke dalam kandang kuda. Namun setelah lama akhirnya jawaban mengapa kambing tersebut dapat berada di kandang kuda terjawab. Ternyata pagar pemisah dari kedua kandang memiliki lubang yang cukup untuk sebuah kambing kecil masuk dan menyeberang ke kandang sebelah. Aku sempat heran apakah di kebun binatang ini tidak ada perawatan untuk kandang yang membuat kandang yang seperti itu dibiarkan saja. Setelah cukup melihat kejanggalan tersebut kami melanjutkan perjalanan ke kandang sitatunga yang berada juga di sebelah kandang kambing namun berada di sisi lain. Di kandang ini kami kembali menemukan keunikan. Kambing dari kandang sebelah melomoat pagar ke kandang sitatunga untuk mengambil makanannya. Setelah dilihat ternyata terdapat bagian pagar yang cukup pendek untuk dilompati oleh kambing hutan. Hmm... hewan yang cukup serakah. Untuk masalah kambing kami cukupkan sampai di sini dan kami melanjutkan kunjungan ke binatang-binatang lain.

Tujuan kami berikutnya adalah kandang beruang yaitu beruang madu dan beruang alaska. Beruang mekipun bisa dibilang sebagai binatang yang cukup ganas tetapi ternyata memiliki sisi yang lucu dan menarik untuk dilihat, mungkin kedua temanku lebih mengerti sisi kelucuan dari beruang tersebut karena tampaknya mereka adalah para penggemar beruang. Setibanya di kandang beruang kami melihat para beruang yang ternyata memang terlihat lucu. Tampaknya aku mulai terpengaruh kedua teman penggemar beruang ini.:D
Ketika sedang menikmati sisi menarik dari beruang tersebut tiba-tiba perhatianku sedikit teralihkan pada pengunjung lain di sampingku. Para beruang itu berdiri mengankat tangannya dan pengunjung tersebut melemparkan beberapa kacang ke dalam kandang. Sebuah sesuatau yang aneh dan cukup menyedihkan. Sosok beruang yang dalam pandanganku merupakan hewan buas namun kini di hadapanku mereka tampak begitu penurut hanya untuk sebuah kacang yang bahkan tidak akan membuat mereka kenyang. Bukankah memberi makan hewan itu dilarang ya? Ataukah terdapat pengecualian khusus untuk kebun binatang Bandung ini? Apakah beruang-beruang ini begitu laparnya hingga mau merelakan kebuasannya hilang hanya untuk sebuah kacang? Cukup untuk kandang beruang dan beberapa masalah di dalamnya kami melanjutkan kunjungan kami ke kandang binatang-binatang lain.

Pada perjalanan di kebun binatang ini kami melihat lebih dari 50 jenis binatang yang memiliki kandangnya masing-masing mulai dari hewan mamalia, aves, reptil, dan beberapa jenis ikan. Sebuah koleksi yang cukup banyak untuk sebuah kebun binatang yang luasnya mungkin tidak terlalu besar. Namun, terdapat beberapa hal yang cukup membuatku bingung. Kandang-kandang yang terdapat di kebun binatang ini pada umumnya berukuran kecil sehingga terkadang membuat hewan yang memiliki ukuuran tubuh besar sedikit terkekang. Beberapa kandang juga terlihat seperti kurang dirawat dan beberapa pengunjung dapat dengan bebas memberi makan pada hewan-hewan yang berada di dalam kandang. Tampaknya memang ada sebuah pengecualian untuk kebun binatang yang satu ini ataukah memang orang-orang yang tidak peduli dengan kondisi kebun binatang Bandung ini? Dari kondisi kebun binatang yang masih jauh dari kata ideal timbul sebuah pertanyaan. Sebenarnya kemanakah biaya masuk sebesar 15000 yang telah dibayarkan oleh pengunjung? Apakah sudah dioptimalkan untuk mensejahterakan hewan-hewan yang ada di dalam kebun binatang ini?

Setelah cukup lama mengelilingi kebun binatang Bandung ini muncul kembali sebuah pertanyaan besar dalam pikiranku. Kebun binatang kan termasuk dalam konservasi eksitu, berarti seharusnya binatang-binatang di dalamnya dapat mendapatkan kesejahteraa kan? Tapi dengan kondisi kebun binatang yang seperti ini akankah kesejahteraan tersebut didapatkan oleh para binatang ataukah kebun binatang ini hanya menjadi sebuah penjara bagi para binatang tersebut? Mungkin jika tiap hewan dapat ditanya pendapatnya mengenai kebun binatang ini akan menjadi hal yang menarik untuk mendengarkan pendapat-pendapat mereka. Imajinasi yang cukup aneh mungkin.:D

Setelah cukup lelah berkeliling kebun binatang kami memutuskan untuk pulang kembali ke kampus untuk melakukan sebuah sharing kecil mengenai perjalanan ke kebun binatang yang telah dilakukan. Mungkin kebun binatang ini masih dapat dikatakan jauh dari kata ideal namun bukan berarti kebun binatang ini tidak dapat berkembang dan menjadi lebih baik kan. Dari beberapa kekurangan yang ada tentu masih terdapat beberapa kelebihan. Memang kondisi kebun binatang dan binatang yang ada di dalamnya cukup membuatku sedih namun terdapat juga rasa senang ketika dapat melihat beberapa kelahiran dan bayi-bayi binatang yang masih kecil, lucu, sangat menarik. Mungkin uang sebesar 15000 yang telah kami bayarkan sudah setimpal dengan pengalaman untuk melihat beberapa binatang yang baru saja lahir. Tapi satu hal yang pasti bahwa  pada perjalanan ini aku mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman serta dapat memperluas pandangan mengenai permasalah yang ada di kebun binatang yang ternyata cukup kompleks.

Belajar tidak hanya ketika kita berada di dalam kelas dan mendengarkan apa yang guru katakan, belajar juga ketika kita berada di luar kelas bersama alam dan mendekatkan objek pendidikan dengan sang peserta didik.:)

2 komentar:

  1. halo, saya Ael, plano 2009. mau nanya dong, kalo menurut kamu, permasalahan yang ada di Kebun Binatang Bandung itu bisa diperbaiki melalui desain ga?
    maksudnya misalnya gini, masalah pengunjung memberi makan ke hewan, apakah bisa diselesaikan dengan membuat pagar pengaman yang lebih tinggi atau semacamnya.
    sama mau nanya lagi, kalo dari u-green ada divisi khusus yg berkecimpung di animal welfare atau semacamnya kah?
    ditunggu jawabannya ya :) buat TA :D makasih :)

    BalasHapus
  2. Salam kenal ya :)

    Untuk pertanyaan pertama kalo bisa atau enggaknya mungkin belum bisa diketahui kalo belom tau masalah utamanya apa sih. Tapi kalo menurutku pribadi perbaikan melalui desain tu bisa sih dilakukan. Contoh yang udah ada tu kebun binatang di jogja, di beberapa kandang hewannya disediain pakan khusus buat hewan tersbut dan kita bisa ngasih makan dengan membayar sejumlah uang tertentu. Itu udah lumayan ngurangi makanan yang tidak seharusnya masuk ke kebun binatang.

    Trus untuk pertanyaan kedua jawabnya : ada.:)
    Namanya WAW atau Wildlife and Animal Welfare.

    Semoga Bisa membantu. :)

    BalasHapus