Pada tugas wawancara kali ini saya mewawancarai bapak Dr. Ir. Iwan Irawan Wiratmaja atau dapat dipanggil bapak Iwan. Saya melakukan wawancara ini pada tanggal 15 September 2011. Bapak Iwan merupakan seorang yang sangat ramah dan sangat enak untuk diajak ngomong dengan santai. Bapak Iwan merupakan salah satu dosen TI yang bekerja di lab sistem produksi sejak tahun 1995. Bapak Iwan sendiri telah mulai bekerja dari tahun 1984 dan beliau merupakan lulusan ITB tahun 1984. Pada tahun 2005 beliau juga pernah bekerja di direktorat. Beliau mengajar materi S1 psikologi industri, manajemen industri, TA1, dan OPI. Sedangkan materi S2 belia mengajarkan IKM, manajemen teknologi, dan pengembangan oraganisasi.
Tentang pendapat bapak Iwan terhadap mahasiswa sekarang adalah bahwa mahasiswa sekarang semakin manja dalam segala hal, kemudian behaviour yang makin cuek dan cenderung egois, kurang menghargai orang lain. Namun beliau juga merasakan bahwa pola pikir dari para mahasiswa semakin meningkat.
Beliau memiliki harapan untuk para mahasiswa yaitu agar para mahasiswa memperbanyak dan memperbaiki interaksi dengan dosen, bapak Iwan juga berharap agar para mahasiswa dapat berorganisasi, serta agar para mahasiswa dapat memperbaiki nilai-nilai yang ada seperti sopan santun terhadap orang lain.
Selasa, 20 September 2011
Kamis, 28 Juli 2011
Tugas Resume 27 Juli 2011
Pada tanggal 27 Juli 2011 PPAB haari ketiaga dimulai. Namun saya tidak dapat hadir pada sesi pagi karena kondisi kesehatan saya tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan PPAB. Saya baru dapat datang pada sesi mentoring pada jam 1 dan kami berpindah ke selasar GKU barat untuk bergabung dengan kelompok lain. Kami saling share informasi. Para mentor menjelaskan tentang dosen-dosen mana yang sebaiknya dipilih. Setelah sesi tersebut kami melakukan games. Game yang dilakukan adalah gamezone yaitu panitia memberikan sebuah kata ke orang yang berbaris paling depan dan memeragakan secara berantai kepada teman-teman lain di belakangnya. Kemudian orang yang paling belakang berusaha menebaknya. Setelah games selesai kami menuju ruang seminar untuk mempresentasikan tugas tentang industri dari 8 negara yang diberikan. Namun ketika itu saya melakukan pengisian KRS dan melakukan perwalian sehingga saya tidak dapat datang full. Dari informasi yang saya dapat, acara yang telah saya lewatkan adalah berupa presentasi dari Senator MTI di KM ITB kemudian presentasi dari BPA MTI dan presentasi dari BP MTI. Senator berfungsi untuk membuat kebijakan-kebijakan serta membahas isu-isu melalui rapat senator. BPA merupakan badan legislatif pada MTI. Tugas dari BPA adalah mengawasi kinerja BP dan melakukan koreksi atas kinerja BP. Sementara BP merupakan pengurus inti yang mengurusi MTI selama masa jabatanya.
Tugas Wawancara Kakak NIM
Pada wawancara kakak nim kali ini saya mendapat tugas mewawancarai nim 60 karena saya memiliki nim 60. Saya berhasil mewawancarai 2 orang kakak nim yang pertama adalah kak Patricia Racel Rismayenlis angkatan 2009 dan kak Laura Mellisa Minnesota angkatan 2008. Dari kedua orang tersebut saya menangkap beberapa hal tentang MTI yaitu budaya di MTI, masalah di MTI, dan tentang realita bangsa. Untuk budaya kedua kakak ini memiliki pendapat yang sama yaitu eratnya kekeluargaan yang ada di MTI. Kak Laura juga berpendapat bahwa anak MTI adalah orang-orang yang kreatif. Untuk masalah yang ada di MTI mereka memiliki perbedaan pendapat. Kak Patricia mengatakan bahwa masalah yang ada di MTI dikarenakan banyaknya tugas yang bentrok dengan kegiatan MTI selain itu intensitas keaktifan dari tiap anggota masih belum merata. Sedangkan menurut kak Laura masalah di MTI dikarenakan kurangnya sense of belonging yang dikarenakan besarnya jumlah massa MTI sehingga menyebabkan kurangnya kepedulian terhadap MTI selain itu kekeluargaan yang menyeluruh kurang terfasilitasi dan terbentuknya cluster-cluster di MTI. Untuk realita bangsa saya menanyakan 2 pertanyaan berbeda. Untuk kak Patricia saya menanyakan tentang kondisi Indonesia sedangkan untuk kak Laura lebih spesifik yaitu keadaan Jakarta karena kebetulan beliau sedang KP di Jakarta. Tentang Indonesia kak Patricia berpendapat bahwa Indonesia itu kacau namun tidak semuanya seperti itu, masih ada mahasiswa yang masih memegang idealismenya intuk membangun bangsa. Tentang Jakarta kak Laura berpendapat bahwa Jakarta memang kacau dan dikarenakan karena banyaknya orang dari daerah lain yang datang ke Jakarta namun tidak bisa survive di sana. Ketika saya tanyakan tentang opsi pemindahan ibukota, kak Laura berpendapat bahwa pemindahan ibu kota itu tidak mudah karena butuh banyak penyesuaian dan pembangunan sudah terjadi di Jakarta beliau berpikir bahwa lebih baik dilakukan transmigrasi yang dapat mengurangi kepadatan penduduk selain itu perlu juga dilakukan pemerataan pembangunan agar masyarakat tidak terlalu terfokus pada Jakarta.
Pada wawancara kali ini saya mendapatkan banyak ilmu yang sebelumnya tidak saya ketahui dan sangat bermanfaat.
Pada wawancara kali ini saya mendapatkan banyak ilmu yang sebelumnya tidak saya ketahui dan sangat bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)