Kamis, 28 Juli 2011

Tugas Wawancara Kakak NIM

Pada wawancara kakak nim kali ini saya mendapat tugas mewawancarai nim 60 karena saya memiliki nim 60. Saya berhasil mewawancarai 2 orang kakak nim yang pertama adalah kak Patricia Racel Rismayenlis angkatan 2009 dan kak Laura Mellisa Minnesota angkatan 2008. Dari kedua orang tersebut saya menangkap beberapa hal tentang MTI yaitu budaya di MTI, masalah di MTI, dan tentang realita bangsa. Untuk budaya kedua kakak ini memiliki pendapat yang sama yaitu eratnya kekeluargaan yang ada di MTI. Kak Laura juga berpendapat bahwa anak MTI adalah orang-orang yang kreatif. Untuk masalah yang ada di MTI mereka memiliki perbedaan pendapat. Kak Patricia mengatakan bahwa masalah yang ada di MTI dikarenakan banyaknya tugas yang bentrok dengan kegiatan MTI selain itu intensitas keaktifan dari tiap anggota masih belum merata. Sedangkan menurut kak Laura masalah di MTI dikarenakan kurangnya sense of belonging yang dikarenakan besarnya jumlah massa MTI sehingga menyebabkan kurangnya kepedulian terhadap MTI selain itu kekeluargaan yang menyeluruh kurang terfasilitasi dan terbentuknya cluster-cluster di MTI. Untuk realita bangsa saya menanyakan 2 pertanyaan berbeda. Untuk kak Patricia saya menanyakan tentang kondisi Indonesia sedangkan untuk kak Laura lebih spesifik yaitu keadaan Jakarta karena kebetulan beliau sedang KP di Jakarta. Tentang Indonesia kak Patricia berpendapat bahwa Indonesia itu kacau namun tidak semuanya seperti itu, masih ada mahasiswa yang masih memegang idealismenya intuk membangun bangsa. Tentang Jakarta kak Laura berpendapat bahwa Jakarta memang kacau dan dikarenakan karena banyaknya orang dari daerah lain yang datang ke Jakarta namun tidak bisa survive di sana. Ketika saya tanyakan tentang opsi pemindahan ibukota, kak Laura berpendapat bahwa pemindahan ibu kota itu tidak mudah karena butuh banyak penyesuaian dan pembangunan sudah terjadi di Jakarta beliau berpikir bahwa lebih baik dilakukan transmigrasi yang dapat mengurangi kepadatan penduduk selain itu perlu juga dilakukan pemerataan pembangunan agar masyarakat tidak terlalu terfokus pada Jakarta.
Pada wawancara kali ini saya mendapatkan banyak ilmu yang sebelumnya tidak saya ketahui dan sangat bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar