Sabtu, 21 Januari 2012 salah satu pengalaman yang menarik dalam hidupku aku dapatkan pada hari itu. Sebuah perjalanan menuju alam Kareumbi bersama teman-teman U-Green ITB. Kareumbi, sebuah kawasan konservasi yang letaknya berada di 3 kabupaten sekaligus kabupaten Bandung,Sumedang dan Garut. Jadi kita dapat melakukan perjalanan dari Bandung-Garut-Sumedang hanya dalam waktu kurang dari 1 menit. Banyak flora dan fauna hidup di kawasan ini. Di kawasan Kareumbi ini ada sebuah program menarik yaitu wali pohon. Wali pohon? Apa itu? Mungkin itu adalah pertanyaan yang pertama kali keluar dari pikiranku. Jadi, wali pohon adalah sebuah program menanam pohon dengan membayar 75 ribu rupiah per pohon dan pohon yang ditanam diberi nama kita yang menanamnya. Selain itu kita juga mendapatkan sertifikat dari pohon tersebut. Perawatan dari pohon dilakukan selama 5 tahun oleh pihak Kareumbi dan jika pohon mati maka akan diganti dengan yang baru. Di Karembi ini kita juga dapat membuat sebuah hutan dengan melakukan penanaman sebanyak 6000 pohon dan hutan tersebut akan diberi nama penanamnya. Hmm... kalau ITB punya hutan di sini sepertinya lumayan juga. Dengan jumlah mahasiswa yang tiap angkatannya berjumlah 3000 anak tampaknya hal tersebut mungkin terjadi.
Di Kareumbi kami juga mengunjungi tempat konservasi rusa. Selain rusa terdapat berbagai satwa hidup di kawasan ini dan kebetulan kami kemarin sempat melihat elang jawa dalam perjalanan kami di hutan menuju Cigumentong sebuah pemukiman yang berada di tengah hutan Kareumbi. Di dekat Cigumentong terdapat pembangkit listrik mikrohidro yang dapat menghasilkan listrik sebesar 3000 watt yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik dari Cigumentong. Sebenarnya di daerah ini terdapat 3 pembangkit mikrohidro namun pembangkit mikrohidro yang kami kunjungi merupakan yang terbesar dibandingkan 2 pembangkit yang lain yang menghasilkan listrik sebesar 1000 watt. Mikrohidro ini dibuat atas kerjasama dengan AHB (Asosiasi Hidro Bandung). Sebelum menggunakan pembangkit mikrohidro ini Cigumentong telah menggunakan panel surya sebagai sumber listrik. Terdapat masing-masing 1 panel surya di tiap rumah warga yang menghasilkan listrik sebesar 4 watt untuk tiap panel. Selain itu terdapat 2 panel surya yang menghasilkan listrik sebesar 60 watt yang digunakan untuk seluruh desa. Wow, desa yang cukup unik dan modern. Untuk biaya perawatan diserahkan kepada penduduk Cigumentong dengan melakukan iuran sebesar 5000/rumah.
Setelah cukup beristirahat di Cigumentong kami kembali berjalan menuju rawa babi yang biasanya digunakan sebagai tempat pengamatan. Setelah cukup melihat rawa babi kami kemudian melanjutkan perjalanan kami manuju tempat semula. Di jalan kami sempat melihat binatang sejenis tupai yang biasa disebut dengan nama Jalalang. Beberapa meter berjalan kami melihat sebuah bangunan tua yang sudah rusak dan ditumbuhi ilalang yang dahulu merupakan rumah sakit rusa yang didirikan pada tahun 1992 namun karena sudah tidak dipakai maka bangunan tersebut mulai dijarah oleh orang-orang yang kurang bertanggung jawab. Namun terdapat rencana untuk kembali mengaktifkan rumah sakit rusa tersebut. Akhirnya kami tiba di lokasi awal kami datang pada pukul 15.00 dan sembari menunggu jemputan angkot datang aku menyempatkan diri untuk menikmati segelas kopi panas beserta 5 orang kakak kelasku. Akhirnya ankot jemputan kami datang dan kami akhirnya harus berpamitan pada Kareumbi untuk kembali ke Bandung. Kami kembali menuju Bandung menggunakan kereta yang juga kami pakai ketika berangkat dan sekitar pukul 18.00 kami sudah sampai kembali di Bandung dengan membawa banyak pengalaman yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya.
Belajar tak selamanya harus di kelas namun kita dapat belajar di luar kelas bersama alam yang dapat membuka pikiran kita mengenai lingkungan sekitar kita karena tak selamanya apa yang kita dapat di luar kelas bisa kita dapatkan di kelas. Dan satu hal yang pasti, belajar di luar kelas itu sangat menyenangkan. :D
Minggu, 22 Januari 2012
Selasa, 20 September 2011
Tugas Wawancara Dosen dan Karyawan
Pada tugas wawancara kali ini saya mewawancarai bapak Dr. Ir. Iwan Irawan Wiratmaja atau dapat dipanggil bapak Iwan. Saya melakukan wawancara ini pada tanggal 15 September 2011. Bapak Iwan merupakan seorang yang sangat ramah dan sangat enak untuk diajak ngomong dengan santai. Bapak Iwan merupakan salah satu dosen TI yang bekerja di lab sistem produksi sejak tahun 1995. Bapak Iwan sendiri telah mulai bekerja dari tahun 1984 dan beliau merupakan lulusan ITB tahun 1984. Pada tahun 2005 beliau juga pernah bekerja di direktorat. Beliau mengajar materi S1 psikologi industri, manajemen industri, TA1, dan OPI. Sedangkan materi S2 belia mengajarkan IKM, manajemen teknologi, dan pengembangan oraganisasi.
Tentang pendapat bapak Iwan terhadap mahasiswa sekarang adalah bahwa mahasiswa sekarang semakin manja dalam segala hal, kemudian behaviour yang makin cuek dan cenderung egois, kurang menghargai orang lain. Namun beliau juga merasakan bahwa pola pikir dari para mahasiswa semakin meningkat.
Beliau memiliki harapan untuk para mahasiswa yaitu agar para mahasiswa memperbanyak dan memperbaiki interaksi dengan dosen, bapak Iwan juga berharap agar para mahasiswa dapat berorganisasi, serta agar para mahasiswa dapat memperbaiki nilai-nilai yang ada seperti sopan santun terhadap orang lain.
Tentang pendapat bapak Iwan terhadap mahasiswa sekarang adalah bahwa mahasiswa sekarang semakin manja dalam segala hal, kemudian behaviour yang makin cuek dan cenderung egois, kurang menghargai orang lain. Namun beliau juga merasakan bahwa pola pikir dari para mahasiswa semakin meningkat.
Beliau memiliki harapan untuk para mahasiswa yaitu agar para mahasiswa memperbanyak dan memperbaiki interaksi dengan dosen, bapak Iwan juga berharap agar para mahasiswa dapat berorganisasi, serta agar para mahasiswa dapat memperbaiki nilai-nilai yang ada seperti sopan santun terhadap orang lain.
Kamis, 28 Juli 2011
Tugas Resume 27 Juli 2011
Pada tanggal 27 Juli 2011 PPAB haari ketiaga dimulai. Namun saya tidak dapat hadir pada sesi pagi karena kondisi kesehatan saya tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan PPAB. Saya baru dapat datang pada sesi mentoring pada jam 1 dan kami berpindah ke selasar GKU barat untuk bergabung dengan kelompok lain. Kami saling share informasi. Para mentor menjelaskan tentang dosen-dosen mana yang sebaiknya dipilih. Setelah sesi tersebut kami melakukan games. Game yang dilakukan adalah gamezone yaitu panitia memberikan sebuah kata ke orang yang berbaris paling depan dan memeragakan secara berantai kepada teman-teman lain di belakangnya. Kemudian orang yang paling belakang berusaha menebaknya. Setelah games selesai kami menuju ruang seminar untuk mempresentasikan tugas tentang industri dari 8 negara yang diberikan. Namun ketika itu saya melakukan pengisian KRS dan melakukan perwalian sehingga saya tidak dapat datang full. Dari informasi yang saya dapat, acara yang telah saya lewatkan adalah berupa presentasi dari Senator MTI di KM ITB kemudian presentasi dari BPA MTI dan presentasi dari BP MTI. Senator berfungsi untuk membuat kebijakan-kebijakan serta membahas isu-isu melalui rapat senator. BPA merupakan badan legislatif pada MTI. Tugas dari BPA adalah mengawasi kinerja BP dan melakukan koreksi atas kinerja BP. Sementara BP merupakan pengurus inti yang mengurusi MTI selama masa jabatanya.
Langganan:
Postingan (Atom)