"Kesungguhan Tidak Pernah Mengecewakan"
Selasa, 04 Desember 2012
Minggu, 02 Desember 2012
Pelajaran Tentang Hidup
Berawal dari suatu pagi pada hari Sabtu, 1 Desember 2012. Bulan baru dan semoga banyak pelajaran baru bulan ini. Pagi itu aku terbangun dan kulihat jam di handphoneku yang menunjukan pukul 7.45 dan tentu saja cukup panik juga karena pada jam 8.00 aku sudah ada janji bertemu dengan mentorku. Akhirnya aku bergegas mandi, kukenakan satu-satunya baju koko yang kumiliki, dan kukayuh sepedaku dengan kecepatan maksimum menuju Salman. Setibanya di Salman kulihat jam di handphoneku dan ternyata waktu telah menunjukan pukul 8.45. Telat 45 menit. Nasi sudah menjadi bubur yang berlalu tak bisa kembali maka aku ambil saja pelajaran dari kejadian ini. Keputusan untuk tidur setelah sholat Subuh ternyata berdampak negatif.
Aku lanjutkan langkahku menuju koridor selatan Masjid Salman tempat aku dan mentorku janjian untuk bertemu. Aku cari mentorku dan kudapatkan dia sedang membaca buku sendiri di sudut koridor selatan Salman. Aku kemudian datang dan menyapanya. Setelah kutanya berapa orang yang akan hadir mentoring pada hari itu kudapatkan jawaban yang cukup mengejutkan. Ternyata aku satu-satunya yang bisa hadir pada mentoring hari itu. Maka dengan datangnya aku dimulailah kegiatan mentoring pada hari itu dengan bertilawah beberapa ayat terlebih dahulu. Setelah selesai tilawah mentorku menceritakan tentang pengalamannya berdiskusi tentang agama dengan orang lain. Di sini ia menekankan bahwa diskusi semacam itu dapat mengukur seberapa dalam pengetahuan dan iman kita tentang Islam. Sudah sampai sejauh mana kita membaca mengenai ajaran-ajaran dan sejarah Rasulullah Muhammad SAW. Selain itu pada hari itu aku diajarkan tentang bagaiman seharusnya kita untuk hidup.
Pada dasarnya manusia akan lebih mudah melakukan suatu perbuatan jika sudah biasa melakukan perbuatan tersebut. Tidak terkecuali perbuatan baik maupun perbuatan buruk. Jika kita membiasakan untuk berbuat baik menjalankan segala perintah Allah SWT maka akan terasa lebih mudah untuk melakukannya sebaliknya jika kita membiasakan untuk berbuat jahat atau buruk maka kita akan lebih mudah untuk melakukan perbuatan buruk tersebut dalam hidup kita.
Setelah cukup lama kami berbingcang maka waktu menunjukan sekitar pukul 10.00 dan kami sudahi mentoring pada hari itu dengan berdoa. Setelah mentoring selesai kuambil sepedaku dan kuputuskan untuk mencari sarapan pagi yang sempat tertunda pada pagi itu. Sungguh banyak pelajaran yang sangat berharga aku dapatkan pada hari itu dan mungkin suatu pertanyaan penutup untuk inspirasi pada hari itu adalah : "Perbuatan apa yang akan anda biasakan untuk dilakukan? Baik buruk tergantung anda dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya masing-masing."
Senin, 20 Agustus 2012
Cinta Allah di Balik Penyakit
Sebagai seorang manusia biasa suatu hal yang biasa jika kita pernah merasakan sakit. Kita merasakan bahwa ketika tubuh kita sakit timbul rasa tidak nyaman di dalam diri kita. Namun, ketika kita mencoba melihat sisi positif dari segala hal termasuk ketika kita sedang sakit maka sesungguhnya ada skenario indah yang telah direncanakan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”
Ujaran Rasulullah SAW tersebut diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili.
Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :
“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
Allah memerintahkan :
- Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
- Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
- Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
- Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.
Namun untuk malaikat ke 4, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin.
Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”
Jadi.... Alangkah indahnya jika kita dapat mengurangi keluh kesah kita ketika kita sakit karena sesungguhnya hal tersebut merupakan wujud kasih sayang Allah SWT kepada umatnya. :D
Langganan:
Postingan (Atom)